Seminar Hasil Survei: Aspirasi Warga tentang Permasalahan Kota Menjelang Pilkada Kota Depok

Pilkada Kota Depok sudah di depan mata. Pada 9 Desember 2015, warga kota Depok akan menentukan siapa yang harus menjadi pemimpin di kota mereka. Untuk merespons hal ini, Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia menyelenggarakan survei yang bertemakan “Aspirasi Warga tentang Permasalahn Kota Menjelang Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok tahun 2015”, yang pengumpulan data dilakukan pada 27 Oktober sampai 6 November 2015.

Secara metodologi, survei ini dilakukan di 63 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan dalam wilayah kota Depok. Responden survei merupakan warga yang punya hak pilih dalam pilkada Depok tahun ini. Pengambilan sampel survei dilakukan dengan prinsip Probability sampling, menggunakan metode multi-stage stratified random sampling. Pengambilan data melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan instrumen kuesioner.. Metode multi-stage stratified random sampling mengelompokkan sampel secara proporsional (sesuai jumlah) berdasarkan wilayah administratif dan jenis kelamin. Asumsi populasi pemilih adalah 1.221.981 pemilih. Jumlah responden yang diwawancarai sebanyak 630 orang, dengan Margin of Error dari penelitian ini sebesar 3,99%.

Temuan-temuan Survei mencakup lima hal yaitu:

  • Pengetahuan warga Depok seputar pelaksanaan Pilkada Depok 2015.
  • Masalah-masalah utama Kota Depok yang diidentifikasi oleh warga.
  • Pengetahuan seputar program kerja pasangan calon.
  • Potensi partisipasi warga pada hari pencoblosan.
  • Sikap warga terhadap praktik politik uang.

Download File PPT hasil Survey: