FOCUS GROUP DISCUSSION “REFLEKSI KETERWAKILAN PEREMPUAN”

FOCUS GROUP DISCUSSION “REFLEKSI KETERWAKILAN PEREMPUAN”

Pusat Kajian Politik (PUSKAPOL) – Departemen Ilmu Politik FISIP UI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tengah bekerjasama melakukan pembuatan Modul Kursus Calon Legislatif Perempuan DPR dan DPRD untuk memenangkan Pemilu 2019. Kerjasama ini dilakukan dalam rangka pencapaian agenda Grand Design KPPPA untuk meningkatkan jumlah anggota perempuan di DPR dan DPRD pada Pemilu 2019 serta memperkuat representasi politik perempuan.

Salah satu aktivitas penting yang dilakukan untuk penyusunan modul tersebut adalah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai pemangku kepentingan guna mengidentifikasi kebutuhan dan mendapatkan masukan untuk penyusunan modul. Pada tanggal 31 Juli – 1 Agustus 2017, PUSKAPOL dan KPPA menyelenggarakan FGD pertama bertajuk  “Refleksi Keterwakilan Perempuan”.  Bertempat di Hotel Onih, Bogor, FGD ini dihadiri oleh peserta dari beberapa lembaga yang berfokus pada isu perempuan dan pemilu seperti Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Lembaga Kajian dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat (LKKPM), Pusat Kajian Wanita dan Gender Universitas Indonesia (PKWG),  Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) dan Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI).

web 1 web 2

Sesi pertama FGD ini membahas tentang Refleksi keterwakilan perempuan di Indonesia.  Sri Budi Eko Wardhani, S.IP., M.Si, Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia, yang hadir sebagai narasumber utama dalam sesi ini membahas secara tajam peta permasalahan yang dihadapi caleg perempuan menuju Pemilu 2019. Perubahan UU Pemilu dan berbagai implikasinya terhadap peluang dan tantangan caleg perempuan juga menjadi pembahasan menarik dalam sesi pertama diskusi.

Sesi kedua dan ketiga diskusi difokuskan untuk menggali informasi dan pengalaman dari peserta mengenai refleksi persoalan dan tantangan perempuan di parlemen dan partai politik di Indonesia. Pada sesi kedua, peserta diajak untuk mengidentifikasi kendala dan tantangan yang dihadapi caleg perempuan di partai politik maupun caleg perempuan terpilih dalam kerjanya di parlemen. Sesi ketiga lebih banyak mendiskusikan berbagai pengalaman dari para peserta yang menjadi caleg pada Pemilu 2009 dan Pemilu 2014. Selain dimaksudkan untuk mendapatkan pembelajaran (lesson learned), sesi ini juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan praktis dan strategis caleg perempuan dalam menyusun strategi kampanye di Pemilu 2019.

web 3 web 4

FGD ini berhasil merangkum berbagai masukan berharga dari narasumber dan peserta diskusi. Salah satu masukan yang menarik dan sangat penting adalah soal pentingnya modul ini memuat soal pendidikan korupsi dan mendorong visi kemenangan yang bermartabat. Ditengah tekanan dan dorongan untuk melakukan praktik politik uang dalam kampanye, ada harapan kuat dari peserta agar PUSKAPOL dan KPPPA tetap konsisten dan berkomitmen mendorong terciptanya kualitas representasi perempuan. Salah satunya adalah melalui kurikulum modul yang tidak hanya mengajarkan tentang bagaimana mencapai kemenangan dalam pemilu, tetapi yang sangat penting adalah bagaimana memenangkan pemilu dengan cara yang baik, bermartabat dan mampu mendorong terwujudnya pemilu yang bersih dan berintegritas.