Thursday , June 22 2017
Breaking News
You are here: Home / Artikel dan Publikasi Hasil Riset / Mitos atau Fakta : Lembar Fakta Tentang Pilkada Langsung

Mitos atau Fakta : Lembar Fakta Tentang Pilkada Langsung

LEMBAR FAKTA

SEJUMLAH FAKTA TENTANG PEMILIHAN KEPALA DAERAH LANGSUNG

MITOS 1

Biaya Penyelenggaraan Pemilukada Langsung Mahal dan Boros Anggaran.

Faktanya:Pemilukada Langsung yang Demokratis Bisa Murah dan Tidak Harus Mahal.

Berdasarkan hasil penelitian FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) bahwa anggaran Pemilukada pada tingkat kabupaten/kota untuk satu kali putaran berkisar antara Rp. 5 – 28 Miliar. Sementara pada tingkat provinsi anggaran Pemilukada membutuhkan dana antara Rp. 60 – 78 Miliar.

  • Menurut FITRA (2012), biaya penyelenggaraan pilkada provinsi Rp 100 M; pilkada kota/kabupaten Rp 25 M. Total untuk menyelenggarakan seluruh pilkada adalah sekitar Rp 17 triliun. Jika Pilkada dilakukan secara serentak, anggaran yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pilkada sekitar Rp 10 triliun. Menghemat sekitar Rp 7 triliun tanpa mencabut hak pilih warga.
  • Efisiensi anggaran dalam pelaksanaan pemilukada bisa dilakukan dengan tidak mengesampingkan nilai-nilai demokratis.
  • Tujuan utama demokrasi tidak boleh tereliminasi oleh permasalahan teknis seperti anggaran.
  • Pemerintah dan parlemen harus menjawab tantangan melalui agenda perubahan undang-undang. Perubahan itu diharapkan mampu menciptakan disain baru, sehingga efisiensi anggaran pilkada dapat terwujud tanpa harus mengabaikan prinsip utama partisipasi warga.

Selengkapnya Download Disini